Memaparkan catatan dengan label romance. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label romance. Papar semua catatan

Jumaat, 11 Oktober 2013

Sembunyi

Dalam diam ku melihat hadir mu,
Dari mata yang tak melihat mata mu,
Dengan hati ku menegur mu,
Dan kata hati tak bisa di dengar telinga mu,

Ketika mata sejernih embun itu,
Menitis ke dalam tenungan ku,
Kata-kata ku tak bernyawa,
Jiwa ku melayang, hilang,

Dalam resah ku ingin memanggil mu,
Dan menjadi awan buat mu,
Di atas langit berdua dengan mu,
Dan bertempat di dalam sanubari mu,

Aku layak berteman dengan nestapa,
Ketika kekeluan tiada kasih nya,
Aku layak bercinta dengan hampa,
Jika ku terus sembunyi kan rasa.

Ahad, 29 September 2013

Pergi Sekarang.

Bila engkau sudah yakin percaya,
Akan tempat mu itu ada di hatinya,
Pergi lah,
Pergi sekarang ke sisinya,
Atau jika tidak,
Engkau tinggal sahaja di hati ku,
Yang selama ini ku hias untuk mu,
Namun jika engkau mula percaya dengan nya,
Pergi lah,
Pergi sekarang....

Isnin, 9 September 2013

Bunga Api.

Ketika engkau keseorangan di dalam kegelapan,
Kau menghidapi kepiluan,
Kesepian yang amat menyakit kan,
Aku amat kenal perasaan itu,
Aku nampak kelibat kau bersama ia,
Dalam kegelapan aku terlihat engkau keseorangan,
Menulis di atas buku kesepian,
Ku curi lalu ku baca,
Aku sedar,
Engkau cuba untuk mengukir sendiri senyuman mu,
Namun luka hati mu semakin parah,
Engkau tiada mampu untuk bergerak,

Maka  hadir lah aku menghulur kasih,
Walaupun tidak pernah engkau pinta,

Ku bedah jiwa dan perasaan mu,
Kemudian aku temui apa yang terluka,
Ku letak kan penawar pada luka itu,
Semoga engkau tidak lagi perlu menderita dengan kepedihan itu,
Agar engkau kembali gembira dan tenang,
Selepas itu ku nyala kan bunga api pelbagai warna,
Aku mahu menghapuskan kegelapan itu,
Sambil engkau tersenyum melihat warnanya.

Apabila aku sudah bisa melihat wajah mu dalam terang,
Aku cuba menjadi pena,
Menuliskan cinta di atas buku catatan sepi mu,
Supaya engkau tiada lagi terluka,

Namun,
Apalagi daya ku?
Engkau sudah punya buku yang baru,
Dan buku ini telah engkau hapus kan,
Maka tidak lah lagi engkau baca tulisan cinta ku,

Kini..
Dalam terang engkau senang melangkah,
Senyuman sudah pun mampu engkau ukir sendiri,
Tak perlu lagi bunga api,
Tak perlu lagi pena ku,

Engkau sudah mampu melihat bunga-bunga penghias dunia,
Bintang-bintang penghias malam,
Serakan awan penghias langit,
Bunga api telah kau tinggalkan,
Maka fungsi ku tiada lagi buat mu,

Selamat tinggal aku ucap kan,
Semoga engkau masih dalam keadaan baik,

Kini giliran aku pula menanti kan seseorang menyalakan bunga api untuk ku..

Isnin, 19 Ogos 2013

Persoalan Mati Untuk Hati Yang Terkunci.

Haih..
Benci dengan perasaan ni.
Perasaan di mana engkau punya banyak persoalan...
Dan engkau mengharapkan seseorang ini memberi jawapan...
Supaya engkau tak lagi gelisah..
Tapi jawapan engkau dapati..
Sangat tidak memuaskan..
Dan ada lagi jawapan di sebalik jawapan yg sebenarnya engkau mahu tahu..
Tapi engkau pula segan nak mengungkapkan persoalan itu..
Maka engkau diserabuti persoalan mati tanpa jawapan..
Apakah sebenarnya jawapan dari persoalan ini....?

...............................................

Di lembaran yg lain..
Engkau berharap supaya aku tidak mengharap kan mu...
Tapi bagaimana?
Hati ini sudah terkunci..
Hati yg jatuh pada mu ini bukan lagi gurauan..
Ini benar sebenar-benarnya..
Aku tidak mahu engkau kecewa, gusar, tertekan dengan sikap ku..
Maka oleh itu aku hanya kias kan segala isi hati ku pada mu dengan gurauan agar engkau tak menjauhi ku atau menganggap aku lain dari anggapan mu sebelum ini..
Bagaimana untuk aku tidak meletakkan hati ku pada mu .?
Aku tidak pernah memaksa mu untuk jadi seperti apa yg aku rasakan..
Aku hanya butuh jawapan mu..
Lalu biar hati yg terkunci ini bebas pergi..
Tanpa ada lagi persoalan......

Ahad, 4 Ogos 2013

Pusara Buat Luka mu.

Biar aku jadi rembulan mu meskipun tak pernah terungkap..Biar aku jadi mentari mu meskipun tak teranggap..Biar aku warnakan dunia mu meskipun tidak terharapkan..Biar aku jadi udara mu meskipun bukan pilihan mu...Asal bisa aku selimuti hati mu yg beku..Asal bisa aku jadi pusara buat luka mu...Asal bisa aku mengukir cinta di atas nisan sepi mu...

Meski tak kaurasakan..Aku hanya ingin melihat ukiran senyuman di wajah hati mu yg sepi..