Ahad, 24 Januari 2016

Mentari Yang Sama

Aku ingin nanti,
Semua yang ku lihat,
Hanya satu,
Menjunjung nama indah,
Hingga pun mata ku pejam,
Nama indah itu yang teratas,

Aku ingin nanti,
Semua persimpangan ini,
Di hujung nya bertemu dengan mentari,
Cinta agung yang di bawah nya rembulan,
Di situ tiada lagi kesakitan terasa,
Apabila hanya garis jalur pelangi berbeda warna,
Dan semua bintang kerdip bersama,

Ini cuma mimpi,
Nanti kan bangkit kembali,
Melihat cinta berdiri sendiri,
Itu lah cahaya dambaan hati,
Tiada yang menangis, tiada yang memaki,

Cuma bayang resah,
Cuma suara gundah,
Mengenang tanah,
Tak kembali sudah.

Tiada ulasan:

Catat Komen